21 Desember 2016 | 12:51:00 WIB
Perajin Anyaman Bambu Asal Bandung Tembus Pasar Eropa
BANDUNG,  Masih ingat dengan yang namanya boboko ( tempat menyimpan nasi)  dan hihid (k..
20 September 2016 | 10:49:00 WIB
Bagus Rangin akan Menjelma di Nyimas Rarasantang Cirebon
BANDUNG.-Tjaroeban Teater akan menggelar pementasan teater yang berjudul Bagus Rangin pada 23-25 September 2016di Gedung..
21 Oktober 2015 | 09:17:00 WIB
Melly Goeslow, Cakra Khan dkk akan Goncang Lapang Gasibu, Jumat 23 Oktober 2015
BANDUNG.- Cakra Khan, Tata Janeta, Hedi Yunus, Armand Maulana, Melly Goeslow, Dewi Gita, dan Nassar akan tampil memeriah..
17 Juni 2015 | 12:16:00 WIB
Loper Koran itu Ternyata Personil Scudetto Pelantun Lagu-lagu Koes Plus
GRUP musik yang digawangi Agus (Keyboard + Vokal), Legimin (Gitar + Vokal), Emos (Bass + Vokal), dan Nandar (Drum) telah..
20 Mei 2015 | 03:40:00 WIB
Karung Goni Disulap Jadi Kerajinan yang Punya Nilai Jual
Kerajinan dari karung goni karya Koko (foto:fajar sukma/bandungupdate)

 BANDUNG.- Berangkat dari peduli terhadap lingkungan dan kearifan budaya tradisional, seorang pengrajin asal Kota Bandung Koko memanfaatkan karung goni dan bahan daur ulang lainnya untuk dijadikan sebuah karya kerajinan yang menarik. Beberapa karyanya seperti, replika seorang petani lengkap dengan topi capirnya, pedagang jaman dahulu dengan sepedahnya, tukang beca dan lainnya secara khusus dipamerkan dalam acara Carnival School di Festival City Link, Selasa (19/5). Bahkan, rencananya hari Kamis mendatang akan memberikan workshop kepada anak sekolahan mengenai teknik membuat kerajinan tersebut.

Koko mengatakan, secara keseluruhan bahan dasar dari kerajinan ini adalah karung goni. Tapi, untuk membentuknya menggunakan kawat yang dililit dengan karung goni. Bahan tambahan lainnya diambil dari bahan daur ulang. Sedangkan, untuk warnanya memakai pewarna makan atau pewarna textile. Semua proses pembuatannya dilakukan sendiri atau sesekali dibantu teman yang ingin ikut belajar.

“Seneng aja, selain memanfaatkan bahan daur ulang bisa mengingatkan kepada masyarakat kondisi Indonesia pada jaman dulu atau mungkin bisa menggambarkan kondisi pedesaan, “ katanya saat ditemui bandungupdate di Festival City Link, Selasa (19/5).

Dia juga menuturkan, untuk model orangnya saja, paling perlu waktu 15 sampai 20 menit pengerjaan. Tapi, jika ditambah ornament lain seperti beca, sepeda dan sebagainya bisa makan waktu sampai satu minggu pengerjaan. Mengenai harga jualnya, untuk orang-orangan kisaran Rp 30 ribu, beca Rp 60 ribu dan lampion lampu bisa mencapai Rp 500 ribu. Jadi, harga itu tergantung tingkat kerumitan membuatnya. Saat ini, penyebarannya sudah menjangkau kota-kota di luar pulau Jawa. Harapannya, ke depan bisa go internasional.“Minimal dalam satu minggu ada 10 unit yang terjual,’’ pungkasnya. (fs)    

KOMENTAR ANDA
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
22 Desember 2016 | 08:36:00
30 Stand Bazzar Ramaikan Salimah Expo 2016 Di Mesjid Pusdai
BANDUNG,  Sebanyak 30 stand bazzar ramaikan pergelaran Salimah Expo 2016 di Mesjid Pusdai Bandun, 21-23 Desember 2016. Acara yang digelar selama 3 hari tersebut diisi dengan berbagai acara menarik seperti seminar, talkshow, worksh...
01 September 2020 | 04:38:00
UID Serahkan 100.000 Masker ke Pemprov Jabar
BANDUNG-Yayasan Upaya Indonesia Damai atau juga dikenal sebagai United in Diversity (UID) Selasa sore (1/09) menyerahkan sumbangan 100 ribu masker kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sumbangan tersebut diterima oleh G...
mobile bandungupdate.com
facebook bandungupdate.com twitter bandungupdate.com rss bandungupdate.com