21 Desember 2016 | 12:51:00 WIB
Perajin Anyaman Bambu Asal Bandung Tembus Pasar Eropa
BANDUNG,  Masih ingat dengan yang namanya boboko ( tempat menyimpan nasi)  dan hihid (k..
20 September 2016 | 10:49:00 WIB
Bagus Rangin akan Menjelma di Nyimas Rarasantang Cirebon
BANDUNG.-Tjaroeban Teater akan menggelar pementasan teater yang berjudul Bagus Rangin pada 23-25 September 2016di Gedung..
21 Oktober 2015 | 09:17:00 WIB
Melly Goeslow, Cakra Khan dkk akan Goncang Lapang Gasibu, Jumat 23 Oktober 2015
BANDUNG.- Cakra Khan, Tata Janeta, Hedi Yunus, Armand Maulana, Melly Goeslow, Dewi Gita, dan Nassar akan tampil memeriah..
17 Juni 2015 | 12:16:00 WIB
Loper Koran itu Ternyata Personil Scudetto Pelantun Lagu-lagu Koes Plus
GRUP musik yang digawangi Agus (Keyboard + Vokal), Legimin (Gitar + Vokal), Emos (Bass + Vokal), dan Nandar (Drum) telah..
09 April 2018 | 10:21:00 WIB
Panjang, Berliku dan Mahalnya Mendatangkan Wisman
Suasana Table Top Sales Mission BPPD Jabar di Laos (Foto: Uyun/bandungupdate)

BRANDING dan promosi untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) memang tidak murah, dan tidak mudah. Selain prosesnya panjang, juga memerlukan waktu. Hari ini promosi, hasilnya baru bisa terlihat dua-tiga tahun, bahkan lebih . Berbagai cara dilakukan pemangku kepariwisataan dalam  melakukan promosi dan penjualan. Travel Mart yang digelar secara rutin di sejumlah negara merupakan salah satu bentuk promosi dan penjualan yang berbiaya tidak murah. Di Singapura ada ITB Asia, di Malaysia MATTA Fair, CITM di China, Vakantiesbeurs di Utrecht Belanda dan banyak lagi.

Ke empat travel mart yang disebut itu merupakan event yang secara rutin diikuti oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar. Bahkan BPPD Jabar mempunyai event andalan tahunan dalam mempromosikan destinasiyaitu Jabar Travel Exchange (JTX),  yang merupakan event yang selalu dihadiri puluhan travel agent dari luar negeri.

Meski teknologi informasi maju dengan pesat dan telah merubah sistem pembelian dan pemesanan tiket dan hotel melalui online, namun peranan tour operator  masih tetap memiliki peranan penting, terutama untuk para wisman non backpacker.

Sales Mission

Sebagai anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar, saya beruntung berkesempatan mengikuti Sales Mission yang dilakukan BPPD Jabar ke Bangkok dan Laos beberapa waktu lalu. Melalui Sales mission,  tour operator di Negara tujuan  akan mengetahui secara detail kondisi destinansi di Indonesia yang dipasarkan di negaranya.

Saya menyaksikan bagaimana  anggota BPPD Jabar Herman Rukmanadi di hadapan sejumlah tour operator Bangkok dan Laos, mencoba menunjukkan arah Indonesia dengan menggunakan power point. Diawali dengan memperlihatkan peta dunia, kemudian difokuskan menjadi peta Asean  Lalu ia, member i arah dari mana saja penerbangan  menuju Indonesia.  Ia juga harus menjelaskan arah dari Jakarta menuju Jabar, khususnya Bandung, baik melalui jalan darat maupun menggunakan  Kereta Api.

Mengingat perjalanan Jakarta-Bandung  yang tidak bisa diprediksi arus lalu lintasnya, apalagi dengan adanya pembangunan intrastruktur jalan di Cipularang,  Herman yang juga Ketua HPI Jabar menyarankan menggunakan Kereta Api. Tidak jarang Herman  harus mengulang-ngulang bicaranya dan bahkan menekankan bahwa Indonesia bukan hanya Bali. “Banyak hal di Jabar yang  bisa dan layak dinikmati yang tidak ada di Bali,” katanya.

Secaraa detail Herman menjelaskan objek wisata andalan yang ada di Jabar. Bahkan saat menjelaskan Gunung Tangkuban Parahu, Herman menyebut, “Anda tidak perlu repot repot mendaki gunung untuk melihat kawah gunung berapi…kendaraan bisa sampai langsung di bibir kawah,” katanya sambil menunjukkan gambar kawah Tangkuban Parahu dengan sejumlah kendaraan yang parkir tidak jauh dari kawah. Pantai Pangandaran, Air Panas Ciater dan Garut, Wisata Belanja dan berbagai objek wisata lainnya di Jabar juga menjadi materi yang disampaikan Herman Rukmanadi pada Sales Mission BPPD Jabar ke Bangkok dan Laos.

Usai Herman memberikan “kuliah geografi” tentang objek wisata yang ada di Jabar, dilanjutkan dengan Table Top, dimana para Tour Operator mendapat penjelasan dan penawaran dari pelaku pariwisata Jabar yang turut dalam Sales Mission. Ada dari Hotel, Travel, dan pengelola objek wisata. Waktu yang singkat sangat berharga. Para pelaku industry pariwisata Jabar yang ikut dalam Sales Mission harus mampu memberikan penjelasan rinci dan  meyakinkan para tour operator (buyer) bahwa berbagai destinasi di Jabar layak dijual pada konsumen   di negara mereka. Sebab para tour operator inilah yang menjadi ujung tombak penjualan destinasi Jabar.

MENYAKSIKAN  langsung Sales Mission  BPPD Jabar ke dua Negara, makin memahami bahwa tidak gampang mengenalkan destinasi, apalagi mendatangkan wisatawan. Sales Mission di Bangkok yang dilaksanakan di Double Tree Hilton dihadiri 51 tour operator, sementara di Laos yang digelar di Hotel Mercure hadir 11 tour operator. Dari perkenalan pertama, hanya sebagian kecil yang mengenal West Java (Jawa Barat) , apalagi membawa atau mengirim wisatawan. Tentu saja berbeda dengan Bali dan Jakarta yang bukan saja sudah mereka kenal, tapi ada diantara mereka yang sudah pernah mengirim wisatawan.

Sales  Mission BPPD Jabar di Bangkok dan Laos didukung Garuda Indonesia yang juga tengah gencar gencarnya mempromosikan wisata Indonesia. GM Garuda Bangkok S. Sugito sangat berperan, terutama dalam  mengumpulkan Tour Operator di Bangkok dan Laos sehingga mereka bisa mengenal Jawa Barat.   Bahkan satu Tour Operator Bangkok mendapat doorprize mengunjungi langsung sejumlah objek wisata di Jabar. Tiket PP Bangkok-Jakarta diberikan Garuda Indonesia, sedangkan  dari Jakarta ke Bandung dan berkeliling ke sejumlah objek wisata di Jabar menjadi tanggung jawab BPPD Jabar.

Mengundang travel writter, blogger dan puluhan tour operator  dalam dan luar negeri dan membawanya berkeliling mengunjungi sejumlah objek wisata di Jabar, adalah bentuk kegiatan promosi yang sudah dilakukan BPPD Jabar,  tahun-tahun sebelumnya.  Memang mahal, panjang dan berliku, menyita waktu dan memerlukan dana yang tidak kecil dalam promosi, disamping butuh tenaga yang  memiliki jejaring international dan paham pasar pariwisata. Hal semacam ini sangat perlu dipahami pemangku kepentingan pariwisata. Betapa mahalnya promosi pariwisata, betapa mahalnya mendatangkan turis. Namun kunjungan wisatawan secara ekonomi  bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh berbagai kalangan, mulai supir bis pariwisata, taxi, pedagang souvenir  hotel sampai kuliner. Itulah sebabnya sektor ini  masuk dalam emat sektor unggulan pemerintahan Jokowi dan kabar terakhir devisa dari pariwisata sudah menduduki peringkat kedua setelah ekspor kelapa sawit.

Meski tidak ada angka pasti, dari beberapa diskusi dan pertemuan informal, saat ini ada kecenderungan penurunan wisatawan mancanegara ke Jabar. Berbagai penyebab sering diungkapkan pelaku industry pariwisata, mulai aksesibilitas, sampai masalah terbatasnya penerbangan langsung ke Bandung. Dugaan penurunan kunjungan wisman bukan alasan untuk menghentikan promosi, bahkan sebaliknya. Harus lebih gencar. Tentu butuh dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk ketersediaan dana atau anggaran.*** (Uyun Achadiat- Anggota BPPD Jabar/bandungupdate)

 

 

KOMENTAR ANDA
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
22 Desember 2016 | 08:36:00
30 Stand Bazzar Ramaikan Salimah Expo 2016 Di Mesjid Pusdai
BANDUNG,  Sebanyak 30 stand bazzar ramaikan pergelaran Salimah Expo 2016 di Mesjid Pusdai Bandun, 21-23 Desember 2016. Acara yang digelar selama 3 hari tersebut diisi dengan berbagai acara menarik seperti seminar, talkshow, worksh...
16 Maret 2019 | 01:58:00
Politikus yang Berurusan dengan KPK Mencapai 344 Orang
BANDUNG.- Jumlah pelaku korupsi yang menduduki  jabatan politik yang sudah ditangani KPK sampai saat ini mencapai 344 orang. Mereka terdiri dari 70 anggota  DPR, 195 anggota DPRD, 108 kepala daerah, dan satu or...
mobile bandungupdate.com
facebook bandungupdate.com twitter bandungupdate.com rss bandungupdate.com