21 Desember 2016 | 12:51:00 WIB
Perajin Anyaman Bambu Asal Bandung Tembus Pasar Eropa
BANDUNG,  Masih ingat dengan yang namanya boboko ( tempat menyimpan nasi)  dan hihid (k..
20 September 2016 | 10:49:00 WIB
Bagus Rangin akan Menjelma di Nyimas Rarasantang Cirebon
BANDUNG.-Tjaroeban Teater akan menggelar pementasan teater yang berjudul Bagus Rangin pada 23-25 September 2016di Gedung..
21 Oktober 2015 | 09:17:00 WIB
Melly Goeslow, Cakra Khan dkk akan Goncang Lapang Gasibu, Jumat 23 Oktober 2015
BANDUNG.- Cakra Khan, Tata Janeta, Hedi Yunus, Armand Maulana, Melly Goeslow, Dewi Gita, dan Nassar akan tampil memeriah..
17 Juni 2015 | 12:16:00 WIB
Loper Koran itu Ternyata Personil Scudetto Pelantun Lagu-lagu Koes Plus
GRUP musik yang digawangi Agus (Keyboard + Vokal), Legimin (Gitar + Vokal), Emos (Bass + Vokal), dan Nandar (Drum) telah..
12 Agustus 2020 | 03:17:00 WIB
Ngirim Sapi ke 7 Kota Nonstop Selama 36 Jam, Peroleh Lebih Rp 5 Juta
Ijang depan rumahnya,, (Foto: uyun achadiat/bandungupdate)

DALAM  pelaksanaan kurban Tahun 2020 yang  baru saja kita lewati, informasi yang diperbincangkan atau berita, umumnya  lebih banyak menyoroti perdagangan, kesehatan hewan,  jumlah dan pembagian daging kurban. Salah satu yang jarang diketahui adalah bagaimana perjuangan para pengirim (transporter) hewan kurban yang bisa dikatakan tidak tidur sehari semalam,  bahkan bisa lebih, karena harus mengejar waktu mengirim hewan kurban tepat waktu.

Yang membuat kaget adalah penghasilannya, bisa diatas Rp 5 juta dalam satu dua malam!. Paling tidak itulah yang diungkapkan salah seorang transporter hewan kurban, Ijang Solehuddin (39) warga Desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi Kab. Bandung yang sudah menjadi transporter hewan kurban selama 5 tahun, sebagai kerja sambilan..

Tapi jangan hanya melihat penghasilannya di atas Rp 5 juta yang membuat ngiler, karena membutuhkan kondisi tubuh yang fit dan prima. Bayangkan saja, selama 36 jam ia bersama kernetnya harus mengantar hewan kurban ke 7 kota tanpa istirahat. Ijang beristirahat hanya untuk makan atau tidur, sambil menunggu sapi berikutnya dinaikkan ke pickupnya.

Ijang yang merupakan salah satu transporter hewan kurban pun berceritera. Di tengah  sebagian besar masyarakat tertidur lelap, Kamis(30/7) dini hari,  ia mengendarai kendaraan pickupnya ke Perumahan Manglayang di kawasan Bandung Timur, ke sebuah tempat penampungnan sementara sapi kurban yang akan didistribusikan. Jam 03.30 WIB tiga ekor sapi yang akan diantar ke Kab. Indramayu  sudah beres dinaikkan.

Dengan didampingi  Heri (39), Ijang meluncur ke Indramayu dan hanya butuh waktu 2 jam sudah sampai dan langsung balik. Sampai di Bandung sekitar pukul 09.30 WIB  dan langsung dinaikkan lagi 3 ekor sapi untuk diantar ke Majalengka. “Lohor sampe Majalengka,” kata Ijang. Sesampainya di Bandung sekitar pukul 14.30 WIB, langsung mengantar 3 ekor sapi ke Rawa Gebang Bekasi .  “Dari Bekasi kena macet. Sampe di Bandung tengah malam,” katanya. Begitu terus  tanpa istirahat, ia mengantar  lagi 3 ekor ke Cianjur, lalu3 ekor ke Garut,  2 ekor ke Purwakarta dan terakhir pada Hari Jumat sore, pas hari Idul Adha,  ke DPD Golkar di Jl Maskumambang Bandung.

Total tahun ini Ijang hanya mampu mengantar 20 hewan kurban sapi. “Tahun lalu bisa ngaantar 40 ekor,” kata  warga Kampung Cikoneng I Desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi Kab. Bandung ini. Ketika ditanya rahasia mampu bertahan selama 38 kerja tanpa istirahat, ia hanya menyebut meminum minuman yang biasa digunakan saat berolah raga. “Sampe habis 10 botol,” tuturnya sambil tertawa.  Ia juga menyebut tiap orang akan memiliki kebiasaan makan atau minum berbeda dalam upaya membuat tubuhnya mampu bertahan dalam menghadapi ekstraordinari  job.

Salah satu hal yang agak mengganggu pengantaran biasanya dari sapi yang tidak mau diam atau salah seekor berbaring, tempat jadi sempit. “Sapi pada ga diam..bisa goyang kendaraan,”  lanjutnya.  Bisa juga saat tiba di tempat tujuan, banyak warga dan terutama anak-anak yang rebut menyambut. “Wah sapi bisa-bisa stress..lari. Lumayan ngendalikannya,” lanjut pria yang sehari-harinya berjualan di warung miliknya di Kampung Cikoneng.

Ketika ditanya ongkos kirim, ia menyebut untuk satu ekor sapi yang akan dikirim ke luar kota biasanya Rp 1 juta bila jalur melalui Tol dan Rp 800.000 jika tidak melalui jalam Tol. Pengiriman  dalam kota hanya dibandrol 200 ribu.

Menyangkut  pembagian hasil, cukup sederhana. Setelah dipotong BBM, Tol, makan dan operasional selama pengantaran lalu dibagi tiga. Satu bagian untuk sewa kendaran, satu bagian untuk supir dan satu bagian untuk kernet yang bertugas menaikkan dan menurunkan sapi. Dengan mampu mengantarkan 20 ekor sapi dalam waktu 36 jam nonstop, setelah dipotong biaya oprasional, Rp 5 juta mah nyakuan meureun. (Ua/Bandungupdate)

KOMENTAR ANDA
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
22 Desember 2016 | 08:36:00
30 Stand Bazzar Ramaikan Salimah Expo 2016 Di Mesjid Pusdai
BANDUNG,  Sebanyak 30 stand bazzar ramaikan pergelaran Salimah Expo 2016 di Mesjid Pusdai Bandun, 21-23 Desember 2016. Acara yang digelar selama 3 hari tersebut diisi dengan berbagai acara menarik seperti seminar, talkshow, worksh...
01 September 2020 | 04:38:00
UID Serahkan 100.000 Masker ke Pemprov Jabar
BANDUNG-Yayasan Upaya Indonesia Damai atau juga dikenal sebagai United in Diversity (UID) Selasa sore (1/09) menyerahkan sumbangan 100 ribu masker kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sumbangan tersebut diterima oleh G...
mobile bandungupdate.com
facebook bandungupdate.com twitter bandungupdate.com rss bandungupdate.com